Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

Ba Alawi, adalah sebuah klan yang konon merupakan keturunan Alawi bin Ubaidillah. Namun, menurut penulis, mereka menamakan diri mereka sebagai Ba Alawi tersebut hanya karena adanya term Ba Alawi yang terdapat dalam kitab Al-Suluk karya Al-Janadi (w. 730 H), yaitu ketika menerangkan tentang seorang ahli hadits yang bernama Ali Abul hasan dari keluarga Ba Alawi...

Pangeran Diponegoro Putra Sultan Yang Dididik Para Ulama Menjadi Tokoh Bangsa

Ada berita kalau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengusulkan akan memindahkan makam Pangeran Diponegoro yang ada di Makassar ke Yogyakarta. Usulan Prabowo soal pemindahan makam Pangeran Diponegoro disampaikan saat rapat kerja nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023). Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan izin, khususnya pada masyarakat Sulsel untuk...

Muhammadiyah Itu NU, Kalau Dirujuk Dari Kitab Asalnya

Penulis : Nurul Azizah. Sangat berat untuk memulai menulis antara NU dan Muhammadiyah (MD). Sebenarnya sangat riskan, tapi kebenaran harus diungkap. Alasan inilah yang membuat penulis untuk memberanikan diri menulis bahwa organisasi NU dan Muhammadiyah sebenarnya sama pada amalan ibadahnya. Penulis mulai dulu dari siapa pendiri NU dan siapa pendiri MD. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)...

Empat Nama Nasab Ba Alawi Terindikasi Kuat Fiktif

Dalam tulisan lalu penulis katakan “Bahkan dari manuskrip Habib Rumail, penulis sekilas dapat tambahan dukungan keterputusan nasab Ba Alawi semakin panjang menjadi 651 tahun”, mengapa demikian? Perhatikan di menit ke-4.05 dari video Habib Rumail Assegaf (HRA)! Di sana ia menampilkan manuskrip kitab Al-Suluk karya Al-Janadi (732 H). ternyata, nasab Bani Jadid dalam kitab Al-Suluk yang...

Pesan Ketua PWNU Jawa Tengah Terhadap Buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI

Penulis : Nurul Azizah Alhamdulillah Senin sore 10/7/2023 penulis bersilaturahmi ke kantor PWNU Jawa Tengah yang beralamat di Jalan Dokter Cipto No. 180 Semarang. Sebelumnya penulis sudah komunikasi lewat WhatsApp untuk menyerahkan buku “Muslimat NU Militan Untuk NKRI” kepada Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Mohammad Muzamil. Penulis diterima dengan santun oleh Kiai Muzamil. Beliau...

Kuwalat Pada Habib, Membius dan Matikan Nalar

Dasar Cinta Mungkin hanya warga NU dari umat Islam lainnya yang cinta kepada golongan Habaib, apapun marga habibnya. Begitu tulus kecintaan itu karena diajarkan, dibimbing oleh ulama-ulama kita, kenapa kemudian cinta habib jadi tradisi yang sulit dihilangkan?. Akarnya jelas, taat dan cinta pada Rosulullah S.a.w dan ahli baitnya. Sesuai petunjuk al-Quran dan hadits, seperti termaktub...

MASIH BANYAK ‘PR’ BUAT ‘HABIB’ RUMAIL ABBAS

Penulis terharu dengan kesemangatan ‘Habib’ Rumail Abbas dalam mencari ‘bayyinah’ berupa sumber-sumber primer yang dapat menyambungkan nasab Ba Alawi Ubaidillah kepada Nabi Muhammad Saw, yang tenggelam dalam kegelapan sejarah selama 550 tahun. Nasab Ubaidillah baru muncul dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw di akhir abad 9, tepatnya ketika Habib Ali al-Sakran (w.895 H) berasumsi bahwa nama...

Sa’i, Perjalanan Hidup Siti Hajar dan Ismail Yang Butuh Keikhlasan

Tulisan ini penulis sarikan dari berbagai sumber bacaan dan pengalaman penulis selama ibadah di tanah suci Mekkah. Tulisan berupa renungan untuk hidup lebih ikhlas menerima takdir Allah. Semoga bisa kita ambil hikmahnya. Saat ini semua mata tertuju pada jutaan umat muslim dunia yang sedang menjalankan ritual ibadah haji, di tanah suci Mekkah Arab Saudi. Rangkain...

Membaca Kitab Ra’ihatu Al-Wardiyah Karya Syaikh Tubagus Ahmad Bakri Sempur Purwakarta

Mukadimah Masih ingat ketika saya dinasehati orang tua agar menyambungkan silaturahmi dengan para keluarga guru kakek saya, agar tetap ada ketersambungan batin murid pada gurunya secara terus menerus dilanjutkan oleh keturunannya. Kakek saya mesantren di Sempur perkiraan tahun 1948-1950 M. Beberapa waktu lalu, saya menziarahi maqbaroh Syaikh Tubagus Ahmad Bakri, seorang maha guru dari kakek...

Ayahanda KH. Suhaemi, Pencinta Ilmu Sharaf Sepanjang Hayat

Riwayat Lahir Suhaemi, dilahirkan di Kampung Bolang Pulo Desa Bolang Carenang ( kini Lebak Wangi ) pada 18 Juli 1945 dari ayah bernama Ki Khamsidin dan ibu Hj. Sundari, berasal dari Laes Ciagel Kibin. Suhaemi adalah putera pertama dari 3 bersaudara, yaitu Suhaemi, Syur’ah dan Murdanah. Ayahnya adalah seorang petani kaya raya, puluhan hektar sawah,...