Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Posted by: Admin 21-Mei-2026 Tidak ada komentar

Perhatikan pohon nasab historis di bawah ini. Pohon nasab ini berdasarkan historiografi mapan bangsa Arab dari masa ke masa yang diakui sahih oleh para ahli nasab dan sejarawan. Terdokumentasi dalam ratusan buku-buku masa lalu:

Jika ada seseorang yang mengaku keturunan Nabi Muhammad jalur laki-laki dari Ali bin Abi Talib, melakukan tes Y-DNA, maka hasil Y-DNA-nya, ketika disatukan dengan individu lain yang mempunyai klaim yang sama, akan membentuk pohon silsilah seperti di atas, artinya harus memiliki cabang-cabang dari pohon keluarga di atas, sesuai dengan titimangsanya masing-masing. Jika tidak, maka klaim itu jelas klaim sepihak saja.Sekarang bayangkan bahwa hari ini ada dua orang pengklaim keturunan Nabi Muhammad dari jalur Husain: yang pertama Bernama Taufiq dari jalur Ali Al-Uraidi yang kedua Bernama Ahmad dari jalur Al-Muhanna, maka jika dua orang ini nasabnya sahih pasti akan ada pertemuan kakek Bersama di sekitar 1200 tahun lalu karena ada kakek Bersama  Ali Zaenal bin Husen bin Abi Thalib. Dari Ali Zainal bercabang minimal menjadi dua klan: klan Al-Uraidi dari Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal dan klan Al-Muhanna dari Husain bin Ali Zaenal, dan akan membentuk pohon genetic semacam ini:

Perhatikan Taufiq dan Ahmad bertemu satu kakek di 1200 tahun lalu. Berarti klaim mereka berdua sementara dapat diterima. Kenapa sementara? Karena harus dibuktikan juga bahwa mereka mempunyai kakek Bersama dengan cabang lain yang terpisah selama 1300 tahun lalu yaitu keturunan Hasan. Jika ada keturunan Hasan yang memiliki penanda genetic seperti mereka berdua presisi mempunyai kakek Bersama 1300 tahun lalu di Ali bin Abi Thalib, baru klaim mereka terverifikasi secara kuat. Lalu keturunan Hasan bin Ali, misalnya Bernama Umar melakukan tes Y-DNA maka, jika klaimnya benar,  akan bertemu di kakek Bersama Ali bin Abi Talib 1300 tahun lalu. Dan akan menguatkan fakta genetic Taufiq dan Ahmad, serta akan membentuk pohon nasab seperti di bawah ini:

Perhatikan Taufiq, Ahmad dan Umar bertemu satu kakek di Ali bin Abi Thalib 1300 tahun lalu. Demikian seterusnya jika ada keturunan Abbas bin Abdul Mutalib, misalnya,  melakukan tes Y-DNA maka ia akan bertemu satu kakek dengan taufiq, Ahmad dan Umar di Hasyim bin Adnan.  Demikian pula jika ada keluarga Bani Umayyah melakukan tes Y-DNA akan bertemu satu kakek bersama dengan keturunan Hasyim di Abdu Manaf 1400 tahun yang silam. Demikian seterusnya: jika ada keturunan Ishak melakukan tes Y-DNA akan bertemu di Ibrahim di sekitar 4200 tahun lalu, dan akan membentuk pohon nasab persis seperti fakta historisnya.

Sekarang mari kita peraktekan dengan hasil real tes  Y-DNA  dari klan-klan yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Kita mulai dengan membandingkan antara klan keluarga Raja Yordan dari Hasan bin Ali dan keluarga Al-Muhanna dari Husen bin Ali. Dalam laporan familitree disebutkan bahwa kedua klan ini telah melakukan tes Y-DNA dengan hasil:

keluarga kerajaan Raja Yordan berada di  haplogroup:  J1 dengan subclade J-P58, Subklade J-FGC8712, subclade  J-Y4349, subklade J-L859, subkalde FGC10500+ subclade J-FGC9581, subklade J-FGC9583.

Kemudian keluarga Al-Muhanna dengan hasil: haplogroup J1, subclade J-P58, Subklade J-FGC8712, subkalde J-Y4349, subclade J-L859,  subkalde FGC10500+, J-FGC30416 subklade ZS10833.

Lihat pohon genetic di bawah ini:

Lihat pohon genetic itu! Mustofa Al-Muhanna dan Raja yordan (diwakili pamannya)  hasil tes Y-DNA-nya sesuai dengan pohon nasab tradisional dalam kitab-kitab nasab dan sejarah, di mana antara keluarga Al-Muhanna (Asyraf Madinah) dan keluarga Raja Yordan (Asyraf Makkah dulu) bertemu di satu kakek Bersama 1300 tahun lalu tepatnya di sosok Ali bin Abi Thalib. Perlu diketahui bahwa umur dari angka penanda subkalde itu telah dihitung oleh para pakar jarak waktunya dan dapat dilihat di Y-Full.  dua individu tersebut juga sama-sama membawa J-L859 penanda genetic Bani Hasyim dan Quraisyi; selain itu presisi keduanya membawa penanda genetic Adnan (J-Y4349) dan Ismail  (J-FGC8712) dan Ibrahim (J-P58)  lebih khusus J-YSC0000234. Para pakar juga telah membuktikan ketika ada keturunan Ibrahim dari jalur Ishak melakukan tes Y-DNA ia berada di bawah subkalde Ibrahim tersebut dan memiliki penanda yang sama dengan kelurga Raja Yordan dan Keluarga Al-Muhanna yaitu sama-sama membawa J-P58 yang dimiliki Ibrahim. Semua itu membuktikan klaim historis itu telah terverifikasi oleh fakta genetic dalam sel-sel tubuh mereka.

Sekarang mari kita uji satu klan yang juga mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Husain bin Ali, yaitu klan Ba’alwi dari Hadramaut. Berdasarkan sampel-sampel tes Y-DNA yang terdokumentasi di Familitree klan Ba’alwi berada di haplogroup G dengan subclade G-Y32613. Para ahli telah meneliti dengan seksama bahwa haplogroup G dan haplogroup J1 mempunyai kakek Bersama 50.000 tahun silam. Artinya kakek bersamanya bukan Ali bin Abi Thalib, karena Ali bin Abi Thalib hidup 1300 tahun  dari sekarang; bukan pula Ibrahim karena Ibrahim hanya berjarak 4300 tahun dari sekarang; lalu siapa kakek Bersama antara Raja Yordan dan Ba’alwi misalnya Riziq Syihab? Kakek Bersama antara Raja Yordan dan Riziq Syihab adalah Haplogroup F yang  Kemungkinan besar adalah seseorang yang merupakan keturunan Nabi Nuh yang hidup di 50.000 tahun silam.  Perhatikan pohon genetic berikut ini:

Perhatikan betapa jauhnya jarak antara haplogroup G milik Ba’alwi dan haplogroup  J1 milik keluarga Nabi Muhammad SAW. Jika mereka berdua ingin bertemu secara genetic maka mereka harus menempuh jarak waktu 50 ribu tahun. Dengan ini, telah terbukti secara ilmiyah genetika,  bahwa jika klaim klan Ba’alwi diterima, terpaksa kita harus menggugurkan seluruh keturunan Nabi Muhammad SAW; konsekwensi lainnya yang berbahaya adalah,  seluruh kesejarahan klan Arab dengan cabang-cabangnya yang khas yang telah dicatat harus terpaksa dirubah, misalnya Ali bin Abi Thalib yang bercabang menjadi dua klan besar Hasani dan Husaini harus pula dirubah; Abdu manaf yang terbagi dua cabang: Bani Umayyah dan Bani Hasyim,  juga harus dirubah;  misalnya lagi Ali bin Abi Thalib pula harus dirubah bukan individu yang hidup di 1300 tahun yang lalu tetapi individu yang hidup di 50.000 tahun silam. Begitupula Nabi Muhammad SAW, harus dirubah ia tidak hijrah di tahun 1 Hijrah tetapi berhijrah ke Madinah di 50.000 tahun lalu.

Bukan hanya haplogroup G yang tidak mungkin sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, haplogroup lainnya dari pengklaim juga tidak reliabel untuk diterima sebagai penanda genetic keturunan Nabi Muhammad SAW. Karena fakta genetic mereka yang terbangun menjadi pohon genetic tidak sesuai dengan pohon nasab yang mapan yang telah dicatat ribuan tahun di negeri Arab. Wassalam.

Penulis: Imaduddin utsman Al-Bantani