Sejarah Para Qodli Agung Banten

Oleh : Hamdan Suhaemi Banten, sejak awal abad 16 Masehi adalah negeri kesultanan yang kemudian masyhur dikenal dengan Kesultanan Banten dan Surosowan adalah ibu kotanya. Pendiri kesultanan Banten adalah Maulana Hasanuddin putera dari Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Tahun 1570 M ada pergantian penguasa Banten dari Maulana Hasanuddin ke puteranya yakni Maulana Yusuf...

Batalnya Nasab Kesayyidan: Sejarah, Tes DNA Dan Pemalsuan Nasab

Oleh: Ali Mashar (Alumni Al-Azhar, aktifis NU) Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulilaahi robbil ‘aalamiin.  Wassholaatu wassalaamu ‘alaa sayyidil mursaliin, Muhammadinil mab’uuts Rahmatan Lil ‘Aalamiin, wa ‘alaa aalihi wa sohbihi ajma’iin. Apakah ada kemungkinan seseorang atau sekelompok orang memalsukan nasab? Dalam sebuah hadis sahih riwayat Bukhari, Rasulullah saw memperingatkan siapapun yang berani memalsukan nasab dengan ancaman “haram surga baginya”....

Epistemologi Bid’ah

Oleh : Hamdan Suhaemi Persoalan Bid’ah Kata bid’ah selalu diucap oleh orang yang merasa memiliki kebenaran sendiri yang sifatnya parsial, dan menutup diri dari pemahaman atas kebenaran orang lain. Menuduh yang lain bid’ah tetapi dalam waktu yang bersamaan juga melakukan bid’ah. Ini perlu pelurusan atas term bid’ah, jangan sampai jadi alat dukung perilaku kapitalisasi agama....

Menjawab Tuduhan Tasawuf Sesat

Oleh: Hamdan Suhaemi Tanggapan atas pernyataan oknum ustadz yang menyesatkan tasawuf, dia menyatakan bahwa tasawuf bukan ajaran Islam, tasawuf adalah ajaran sesat. Jika demikian adanya lalu ajaran apa yang melarang hamba Tuhan mau mendekati Tuhannya, saya kira hanya iblis saja yang menyerukan untuk menjauhkan hamba dengan Tuhannya itu. Mari kita sama-sama lihat apa itu tasawuf,...

Penolakan Metode Test DNA Dalam Pembuktian Validasi Nasab Nabi

Oleh: KRT. Faqih Wirahadiningrat Ketika sekian lama menunggu, akhirnya dari Keluarga Bani Alawi bin Ubaidillah, muncul seorang figur yang tampil untuk menanggapi Uji Genetika Test DNA untuk validasi Nasab Nabi. Ulasannya bisa dilihat pada channel Youtube : https://youtu.be/6_QA0B1EePQ. Awalnya sebagai seorang PEMERHATI, diliputi rasa suka-cita, karena segalanya akan menjadi lebih jelas dan nyata. Namun, ternyata...

Nasab Habib Ba Alawi Seperti Malam Likuran

Para habaib sering mengungkapkan narasi bahwa, nasab para habib Ba Alawi sudah terang benderang bagaikan matahari di sianghari. Jika di siang hari, dalam keadaan matahari terang benderang, ada orang yang tidak bisa melihat, maka hanya ada dua kemungkinan, kalau tidak ia buta, maka ia sedang sakit mata. Tabariyah di Makkah tidak tersambung dengan nasab al-Husaini,...

Terbangunnya Kesadaran Pribumi Dengan Ilmu dan Akhlak

Oleh : Hamdan Suhaemi Sudah lama anak negeri ini dijajah, ratusan silam dalam tekanan dan ketakutan. Begitu merdeka ternyata tidak merdeka seutuhnya, fisik boleh merdeka dari belenggu penjajahan Belanda atau penjajahan Jepang, tetapi pemikiran sepanjang sejarahnya selalu dipasung oleh anak negeri sendiri. Ketidaksukaan karena berbeda selalu menyeruak dibalik itu. Beda paham selalu jadi musuh atas...

Meneruskan Sanad Mewariskan Nasab

Tiga generasi meneruskan sanad mewariskan nasab. 1. Syaikh Muhammad Syanwani bin Abdul Aziz, lahir di Sampang Susukan Tirtayasa 13 Agustus 1926. Ayahnya KH. Abdul Aziz bin Mardali, beliau telah wafat 17 April 1993. Sepanjang hidupnya telah menuntut ilmu kepada Syaikh Siddiq Combong, Baros. Kepada Syaikh Abdul Halim Kadupeusing Pandeglang, dan Syaikh Ahmad Bakri Sempur Plered...

Kode Memaknai Kitab Kuning

Pendahuluan Orang yang hidupnya pernah di pesantren sudah pasti mengenal cara memaknai kitab kuning, ada yang menamainya dengan ngelogat, ada juga menyebutnya dengan istilah nyoret. Istilah tersebut lumrah dikenal di pondok pesantren di seluruh Indonesia. Maka setiap pesantren selalu diidentikan ngaji kitab kuning dan kitab kuning identik dengan santri, dari dulu hingga sekarang. Pesantren itu...

Nasab Ba Alawi Terputus 550 Tahun Bisa Diyakini Dengan Husnudzon?

Diskursus nasab Ba Alawi telah sampailah pada titik terang. Yaitu, bahwa nasab Ba Alawi terputus selama 550 tahun, sampai nama Ubaidillah disebutkan oleh Habib Ali al-Sakran (w.895 H) sebagai anak Ahmad bin Isa. Yaitu, dalam kitabnya al-Burqat al-Musyiqoh (kemudian disebut al-Burqoh). Dalam kitab itu, Habib ali al-Sakran menyebutkan sebuah kosidah (terdiri dari bait-bait syair) tentang...