Dari nama-nama kitab yang telah ditulis Kyai Imaduddin menunjukan beliau cukup produktif menyusun kitab dalam bahasa arab. Dan berbagai disiplin ilmu meliputi Nahu, Sharaf, Tasauf, dan Mantik (logika). Ilmu tajwid, faraid tak ketinggalan Ushul dan Tafsir. Hal Ini merupakan sesuatu yang langka dikalangan ulama muda Banten.
Perang, bukan hanya bicara merebutkan kekuasaan atas wilayah tertentu, atau pertentangan ideologis, tetapi juga perang adalah bagaimana mempertahankan harga diri, mempertahankan apa yang menjadi haknya, dan upayanya menyelamatkan kemanusiaan dari ketertindasan, kekerasan, penjajahan bahkan serangan wabah yang akan mematikan manusia.
Pemeluk Baha'i adalah warga negara Indonesia, dan kita muslim adalah juga warga negara Indonesia, pada posisi ini kita perlu saling menghormati satu sama lainnya. Soal hidayah itu Tuhan yang berikan, dan kita muslim punya kewajiban menyembahnya sekaligus bermanfaat bagi manusia lainnya "khoiru al-naasi anfa'uhum Li al-naasi".
Masuknya internet ke kehidupan manusia pada Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya generation gap yang disebabkan oleh segmentasi penggunaan internet oleh generasi tertentu, sehingga membuat teknologi cenderung menguasai kemampuan manusia.
Kini, ketika kiai melihat kondisi kebangsaan, relasi antara kenegaraan dan keagamaan tidak lagi dilihat secara kaku dari kaca mata agama semata tapi kiai mampu maju untuk ikut berperan dalam wilayah negara (wilayatu al-daulah) secara praktis.
Hati-hatilah pada kelompok pendakwah yang menakuti, meciptakan suasana horor, memvisualisasikan situasi mencekam, membuat opini dan pola fikir yang menimbulkan kebencian terhadap orang yang berbeda faham dan agama.
Membaca kitab karya KH. Imadudin Usman seperti menyelami bentangan delta yang mengaliri air ke seluruh kanal, topik utamanya adalah Madzhab Ahli Sunnah Wal Jama'ah yang dianut oleh warga Nahdlotul Ulama atau warga Nahdliyyin. Topik ini yang saya ibaratkan sebagai delta-nya. Sebab membedah madzhab Ahli Sunnah Wal Jama'ah, sama halnya membedah landskap ruang dan waktu dari perjalanan masa ke masanya mayoritas umat Islam di dunia.
Nyai Udoh adalah istri dari almarhum Buya Tubagus Hasuri, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Athohiriyah atau pesantren Kaloran yang berlokasi Kampung Kaloran, di tengah Kota Serang.