
Leonardo Som (The Administrator of DNA and Histori in the World)
Haplogrup yang Diusulkan: J1-YSC0000234
Pendahuluan
Nabi Ibrahim (dikenal sebagai Abraham dalam Alkitab Ibrani) dianggap sebagai bapak dari tiga agama Abrahamik utama — Yudaisme, Kristen, dan Islam. Kedua putranya, Ishak dan Ismael, secara tradisional dianggap sebagai leluhur dari dua garis keturunan utama:
Keturunan Ishak menjadi bangsa Israel dan kemudian bangsa Yahudi.
Keturunan Ismael dianggap sebagai leluhur dari banyak suku Arab.
Perspektif Genetik
Dalam genetika populasi modern, haplogrup Y-DNA mewakili garis keturunan yang diturunkan dari ayah ke anak, menelusuri garis leluhur yang dalam. Banyak populasi Timur Tengah yang mengklaim keturunan Abraham menunjukkan frekuensi tinggi haplogrup J1, terutama subklade di bawah J1-P58, yang umum di antara orang-orang Semit.
Cabang spesifik J1-YSC0000234 (dan subklade terkait seperti J1-ZS241) sering ditemukan di antara:
Pria Yahudi keturunan imam (Kohanim) — secara tradisional dikatakan sebagai keturunan Harun, saudara Musa dan keturunan langsung Abraham melalui Ishak.
Suku-suku Arab di Semenanjung Arab — secara tradisional dianggap sebagai keturunan Ismael, putra Abraham dan Hagar.
Tumpang tindih genetik ini menunjukkan asal usul ayah kuno yang sama, yang selaras dengan kepercayaan tradisional bahwa Ishak dan Ismael berasal dari nenek moyang yang sama — Nabi Ibrahim.
Bukti dari Haplotipe Modal Kohen
Salah satu penanda genetik yang paling dikenal yang terkait dengan keluarga imam Israel kuno adalah Haplotipe Modal Kohen (CMH), yang terutama ditemukan dalam haplogroup J1. Studi terhadap pria Yahudi yang membawa nama keluarga “Kohen” (atau variannya) mengungkapkan tanda genetik yang kuat dalam J1-ZS241, mendukung gagasan garis keturunan laki-laki yang berkelanjutan sejak ribuan tahun yang lalu.
Keterkaitan dengan Populasi Arab
Demikian pula, banyak suku Arab — khususnya di Semenanjung Arab, Yaman, dan Levant — menunjukkan frekuensi tinggi dari garis keturunan J1-P58 yang sama. Ini memperkuat narasi tradisional bahwa orang Arab dan Israel memiliki figur ayah leluhur yang sama, yang sesuai dengan Nabi Ibrahim.
Kesimpulan
Meskipun genetika tidak dapat “membuktikan” DNA individu tertentu, distribusi J1-YSC0000234 dan cabang-cabang terkaitnya di antara populasi Yahudi dan Arab memberikan kerangka ilmiah yang kuat yang mendukung hubungan silsilah tradisional Ibrahim (Abraham), Ishak, dan Ismael sebagai bagian dari leluhur ayah Semit yang sama.