(Resensi Novel Dari Banten Kusebut Namamu)
Kehidupan dara belia ini sesungguhnya nyaris sempurna. Memiliki segala hal untuk hidup nyaman, lahir batin, dalam iman dan amal. Namun hidup memang penuh benturan. Keimanannya diuji.
Ini takdir, setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Kepada siapapun itu berlaku, hanya giliran waktu dan asbabnya. Tiap hari, kita dikirimi kabar kematian dari ulama kita, tanpa tahu apa penyebabnya. Entah faktor terpapar Corona ataukah karena yang lainnya.