Kena Virus Radikalisme Dan Terorisme, Pasti Jadi Goblok Mendadak atau Botol

Penulis : Nurul Azizah Hati-hati di Indonesia ini terus dan terus ada orang-orang yang tidak suka dengan pemimpin negeri ini. Atau bahkan menolak Pancasila sebagai dasar negara. Mereka ingin negeri ini hancur, ingin mengganti negeri yang damai menjadi negeri yang kacau. Kemiskinan ada dimana-mana, kebodohan merajalela, hancur kotanya hancur budayanya bahkan hancur peradabannya. Virus radikalisme,...

Kiai Budi, “Mana Bukumu, Setiap Ketemu Saya Kalau Bisa Membawa Karya”

Alhamdulillah tanpa rencana sebelumnya, penulis bisa bertemu dengan Kiai Budi Harjono dan istrinya Umi Siti Rohmah di kediamannya Bulusan Tembalang Semarang. Sabtu pagi (26/8/2023) penulis punya niatan menggunakan puisi-puisi Kiai Budi untuk jadi bahan tulisan dan bahan video di media sosial. Penulis menyapa Kiai lewat WhatsApp kebetulan centang satu. WA tersebut penulis teruskan ke istri...

Gus Rumail Berdusta: Tanpa Tanda Kutip

Gus Rumail berdusta, tanpa tanda kutip, ketika menyatakan penulis mengatakan “nasab Ba Alawi hanya di itsbat mimpi-mimpi”. Kenyataannya, dalam tulisan penulis, tidak pernah ada kata “hanya”. Sebelum mengutip tulisan Muhammad Khirid tentang di itsbatnya nasab Ba Alawi oleh mimpi-mimpi, penulis telah mengutip tulisan Muhammad Khirid tentang usaha Ali Ba jadid mengitsbat nasabnya ke Irak kehadapan...

Muhammadiyah Itu NU, Kalau Dirujuk Dari Kitab Asalnya

Penulis : Nurul Azizah. Sangat berat untuk memulai menulis antara NU dan Muhammadiyah (MD). Sebenarnya sangat riskan, tapi kebenaran harus diungkap. Alasan inilah yang membuat penulis untuk memberanikan diri menulis bahwa organisasi NU dan Muhammadiyah sebenarnya sama pada amalan ibadahnya. Penulis mulai dulu dari siapa pendiri NU dan siapa pendiri MD. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)...

Kuwalat Pada Habib, Membius dan Matikan Nalar

Dasar Cinta Mungkin hanya warga NU dari umat Islam lainnya yang cinta kepada golongan Habaib, apapun marga habibnya. Begitu tulus kecintaan itu karena diajarkan, dibimbing oleh ulama-ulama kita, kenapa kemudian cinta habib jadi tradisi yang sulit dihilangkan?. Akarnya jelas, taat dan cinta pada Rosulullah S.a.w dan ahli baitnya. Sesuai petunjuk al-Quran dan hadits, seperti termaktub...

MASIH BANYAK ‘PR’ BUAT ‘HABIB’ RUMAIL ABBAS

Penulis terharu dengan kesemangatan ‘Habib’ Rumail Abbas dalam mencari ‘bayyinah’ berupa sumber-sumber primer yang dapat menyambungkan nasab Ba Alawi Ubaidillah kepada Nabi Muhammad Saw, yang tenggelam dalam kegelapan sejarah selama 550 tahun. Nasab Ubaidillah baru muncul dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw di akhir abad 9, tepatnya ketika Habib Ali al-Sakran (w.895 H) berasumsi bahwa nama...

Sa’i, Perjalanan Hidup Siti Hajar dan Ismail Yang Butuh Keikhlasan

Tulisan ini penulis sarikan dari berbagai sumber bacaan dan pengalaman penulis selama ibadah di tanah suci Mekkah. Tulisan berupa renungan untuk hidup lebih ikhlas menerima takdir Allah. Semoga bisa kita ambil hikmahnya. Saat ini semua mata tertuju pada jutaan umat muslim dunia yang sedang menjalankan ritual ibadah haji, di tanah suci Mekkah Arab Saudi. Rangkain...

Ajaran Wahabi, Mengapa Dikasih Panggung Di Negeri Ini ?

Penulis: Nurul Azizah Untuk mengenal apa itu ajaran wahabi, alangkah bijaknya kalau saya kupas sedikit mengenai sejarah berdirinya Wahabi. Sejarah kelam berdirinya wahabi diawali dari pendirinya yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H atau 1699 M). Najed adalah sebuah wilayah di pusat negara Arab Saudi. Awalnya dia adalah seorang pedagang...

Ngaji Ihya’ Ulumuddin Bersama Gus Ulil Abshar Abdalla

Oleh: Nurul Azizah Sebelum Gus Ulil naik ke mimbar, beliau bertemu dan berbincang dengan dua mahasiswi dari Afganistan. Banyak berbincang tentang perbedaan perlakuan perempuan Indonesia dan Afganistan. Dua mahasiswa dari Afganistan tersebut kuliah di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Di negeri yang mayoritas beragama Islam, tetapi para perempuan tidak memiliki kemerdekaan. Para perempuan Afganistan tidak...

Tinjauan Nasab, Ijtihad Menjaga Kemuliaan Keturunan Mulia

Oleh : Hamdan Suhaemi Latar Belakang Almarhum ayah saya termasuk kiai kampung yang sering didatangi oknum habib yang dengan statusnya sebagai dzuriyat Rosulullah S.a.w merasa wajib dihormati dan muliakan, kiai sebagai orang yang dituakan oleh masyarakat adalah sasaran utama untuk mengajak ke masyarakat agar mahabbah pada habaib. Lalu dilengkapi ancaman-ancaman kuwalat dan dilaknat oleh Allah...