Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang) Pemilihan judul pengantar ini, saya merasakan memikul tanggung jawab akademis dan moral untuk menggeser perdebatan genealogi dari ruang emosional, dogma, dan kultus individu ke ranah sains yang objektif. Melalui frasa “Epistemologi Nasab” sebagai payung teoretis, silsilah diposisikan sebagai objek ilmu pengetahuan yang...
Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Sistematika Penulisan Pemaparan penulis pada tulisan ini bermodel deduktif yaitu dari umum ke khusus (spesifik) atau kesimpulan (gambaran umum) baru kemudian melangkah ke penjelasan-penjelasan spesifik. Model ini penulis pilih supaya pembaca dapat cepat memperoleh inti sari. NU dan Ilmu dan Amalan Baalwi Mengapa NU sebaiknya meninggalkan sanad, amalan dan kitab...
TANGERANG — Malam Iduladha 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek berlangsung penuh kekhidmatan melalui kegiatan Gema Takbir yang digelar pada Selasa malam, 26 Mei 2026. Suasana religius begitu terasa sejak para santri, asatidz, hingga pengasuh pesantren berkumpul bersama menghidupkan malam mulia dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib...
JAKARTA – Akademisi sekaligus kandidat doktor dari Inggris, Rocky Al-Ma’arif Syam atau Gus Rocky, secara terbuka mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto mengangkat Kiai Imaduddin Utsman Albantani sebagai Staf Khusus Presiden atau Utusan Khusus Presiden. Usulan ini muncul sebagai respons atas surat resmi yang dikirimkan Kiai Imad kepada Presiden terkait temuan riset nasab dan sejarah Islam...
JAKARTA – Pakar sosiologi dan peneliti Dr. Saleh Basyari menilai bahwa langkah Kiai Imaduddin Utsman Albantani dalam mendekonstruksi narasi nasab di Indonesia bukan sekadar perdebatan agama biasa. Menurutnya, riset yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum tersebut merupakan langkah besar dalam menuntaskan kajian post-colonialism (pascakolonial) di tanah air. Dalam sebuah diskusi daring di Padasuka TV...
JAKARTA – Peneliti dan pakar sosiologi, Dr. Saleh Basyari, mengamati adanya perubahan signifikan dalam peta kekuatan kultural keagamaan di Indonesia pasca mencuatnya riset nasab yang dipelopori oleh Kiai Imaduddin Utsman Albantani. Dalam diskusi daring di Padasuka TV (13/05/2026) ia mengungkapkan tesis-tesis Kiai Imad secara nyata telah menggerus dominasi tokoh-tokoh yang selama ini memegang otoritas aristokrasi...
Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Baalwisasi-Yamanisasi masif terjadi di Indonesia (Nusantara). Bagaimana itu bisa terjadi? Dari mana awal mulanya? Jawabannya: hal itu dimulai dari penyelewengan definisi dan konsep pada diksi atau gelar ‘Habib’ yang didoktrinkan ke tengah masyarakat. Klan Habib Baalwi menciptakan konsep dasar doktrin sebagai berikut: Habib = [satu-satunya] keturunan/dzurriyah Nabi = [satu-satunya] Ahlul...
Oleh: Rifky J. Baswara Terbongkarnya kepalsuan nasab Ba’alwi melahirkan perubahan struktur social di tengah masyarakat Jawa. Kaum Ba’alwi yang dulu diyakini oleh Sebagian masyarakat Jawa sebagai keturunan Nabi berubah drastis posisinya mulai dari tahun 2022 sampai 2026 ketika nasab mereka terbukti palsu. Demikian pula posisi social ulama ulama mereka di tengah komunitas kiai-kiai Jawa. Orang...
Beberapa hari ini Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali mengemuka di publik. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan isyarat bahwa pergantian menteri tersebut tinggal menunggu waktu. Ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (7/4/2026), seperti dalam laporan kompas.id, Teddy Indra Wijaya hanya mengatakan,...