Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, diskursus publik melalui virtual mengenai genealogi kerap terjebak dalam romantisisme identitas dan konflik kepentingan yang mengabaikan verifikasi ilmiah. Fenomena ini melahirkan popularitas historiografi genealogi dan kehendak kuasa yang sering diterima luput dari sikap kritis individu dan masyarakat. Tulisan ini hadir untuk memahami dan menganalisis dinamika...
OLeh: K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) pra dan pasca muktamar ke-35 di Jombang menunjukkan dikotomi yang semakin jelas antara jalur Struktural (jam’iyyah) dan jalur Kultural (jama’ah). Marak respon ketidakpuasan sebagian warga Nahdliyin terhadap terpilihnya K.H. Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam. Perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap isu-isu strategis keumatan dan...
Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Fenomena mistifikasi Ba’alwi di Indonesia yang di antaranya ditandai safari Habib Umar bin Hafidz Hadramaut, bukan sekadar polemik kenasaban saja, melainkan persoalan epistemologis dan sosiologis yang serius. Secara historis, kelemahan dan kekuatan Ba’alwi terletak pada posisi kenasabannya yang diklaim sebagai...
Oleh: Rifky Zulkarnaen Penulis mulai dengan pernyataan bahwa penulis tidak berminat berdebat sebab dalam konteks ini debat tidak ada gunanya. Silakan pembaca memegang pendapatnya sendiri dan terapkanlah secara konsisten ke internal pribadi masing-masing dan ke eksternal pada segala arah dan demikian pula bagi penulis dan siapa saja. Adalah sebuah ketidakadilan ketika kita menilai A plus...
Oleh: Ubaidillah_Tamam Munji Tulisan ini hasil mengkaji dari konstruksi teo-historis dan sosiologis yang berada di balik wacana “karamah” KH. M. Hasyim Asy’ari serta legitimasi kekuatan nilai spiritual Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kekuatan yang sulit diprediksi secara subjektif, karena baik secara fisika maupun metafisika menguatkan nilai keberlangsungan NU. Di tengah arus modernisasi dan dinamisasi berbasis...
Jakarta–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz mengumumkan nama pengurus struktur organisasi periode 2026-2031. Ada 210 orang yang menjadi pengurus PBNU periode ini. “Yang sekarang total semuanya 210 orang. Mengalami kenaikan sebesar 21 orang,” kata Ketua Umum (Ketum) PBNU Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam sambutan pengumuman kepengurusan PBNU di...
Diskursus mengenai nasab dan syarat kafa’ah (kesetaraan/kesepadanan) dalam pernikahan belakangan ini kembali menghangat di tengah masyarakat. Salah satu dinamika yang memicu perhatian adalah peristiwa ketika seorang kiai merestui putrinya dipersunting oleh pria dari klan Ba’alawi, namun mendapat penolakan keras dari kakak-kakaknya (paman si pengantin wanita) yang juga merupakan kiai senior. Alasan penolakan tersebut berpusat pada...
SURABAYA — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, M.A., memberikan pernyataan tegas terkait polemik keabsahan nasab habaib di Indonesia. Dalam sebuah cuplikan video, pakar hukum Islam tersebut secara terbuka menyatakan sumpahnya bahwa sosok yang selama ini disapa habib bukanlah keturunan atau cucu dari Nabi Muhammad SAW. ”Saya...
Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Penulis tidak mengikuti secara kontinyu dan intensif Muktamar NU dari masa ke masa sehingga mungkin ada banyak detail dinamika organisasi NU yang penulis luput perhatikan. Penulis hanya tahu sekilas-kilas dan makro saja. Umpamanya dulu pernah penulis membaca artikel tentang Muktamar Cipasung di mana Gus Dur tetap terpilih sebagai Ketum PBNU...