Latar Belakang Awalnya kitab ini Abnau al-Imam fi al-Mishri wa al-Syam al-Hasan wa al-Husein pernah didiskusikan dengan KH. Imaduddin Usman, awal tulisan tentang penelitian ilmiah nasab habib di Indonesia, dan sebelum jadi diskursus hangat sekarang ini. Sebab berkali-kalinya menegaskan bahwa tidak ada yang lebih kuat soal kitab nasab kecuali kitab yang ditulis abad 5, abad...
Tesis penulis tentang terputusnya nasab para habib Ba Alawi Yaman kepada Rasulullah mendapat antitesis dari Muhammad Ludfi Rocman (MLR) kiai asal Purwerejo Jawa tengah. Antithesis beliau termuat dalam dua tulisan. Tulisan pertama dengan judul “MELURUSKAN IMAMUDDIN UTSMAN YANG MENGINGKARI NASAB HABAIB INDONESIA” dimuat dalam media online Faktakini.info pada Jumat, 7 April 2023; tulisan kedua dengan...
Ada beberapa langkah teknis yang bisa dilakukan PBNU untuk tercapainya internasionalisasi ajaran Aswaja NU. NU sangat kaya dengan ulama dan generasi muda yang cerdas dan linuwih dalam ilmu keislaman, PBNU sudah waktunya mempunyai perhatiam khusus bagaimana agar mutiara-mutiara hikmah ulama kita hari ini dapat lestari dan difahami generasi NU ke depan.
Islam Nusantara adalah suatu kebijaksanaan yang lahir dari proses panjang perjalanan peradaban umat islam nusantara yang kelak bernama Indonesia yang mulai menemukan momentum kristalisasinya pada tahun 2015 ketika perhelatan muktamar NU ke-33 di Jombang.
Dari keterangan itu memberi informasi kepada kita, bahwa betapa jabatan sultan di Banten bukan hanya sebagai pemimpin negara tetapi juga pemimpin spiritual. Itulah mengapa dulu Sultan Abul Mafakhir tidak mementingkan mendatangi pusat kekhalifahan Turki Utsmani di Istambul, ketika meminta pengesahan gelar sultan, tetapi lebih memilih memintanya dari penguasa Makkah yang waktu itu dijabat oleh Syarif Zaid bin Muhsin, padahal kedudukan penguasa Makkah hanya setingkat gubernur. Itu semua karena dalam ideologi kesultanan Banten spiritual lebih tinggi dari kekuasaan, walau pusat kekuasaan Turki Utsmani berada di Istambul, tetapi pusat spiritual tetap berada di Makkah.
"Barang siapa yang memusuhi waliku maka aku umumkan perang dengannya. Tidaklah hambaku mendekati aku dengan sesuatu yang lebih aku sukai daripada amalan fardlu. Dan apabila hambaku senantiasa mendekati aku dengan amalan sunah sampai aku mencintainya maka apabila aku telah mencintainya aku akan menjadi telinganya yang dia mendengar dengannya; dan aku menjadi matanya yang dia melihat dengannya; dan aku menjadi tangannya yang dia memukul dengannya; dan aku menjadi kakinya yang ia melangkah dengannya; dan apabila ia meminta sesuatu maka aku akan berikan permintaanya itu. Dan apabila ia berlindung kepadaku maka aku akan melindunginya"
Sholawat dan doa inilah yang dibaca setiap hari oleh santri pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Tangerang Banten dalam menghadapi fitnah pemilu 2019 itu. Sebuah do'a yang ditulis di Kota Iskandaria, Mesir, Kota Para aulia
Untuk lebih dapat menjiwai lagu ini penulis akan mencoba mensyarah lagu ini dengan sederhana dan dalam beberapa tempat penulis juga akan mencoba mengurai beberapa kalimat yang belum seragam kadang di suatu waktu dinyanyikan dengan satu kalimat dan diwaktu lainnya dengan kalimat yang lain pula.