Mengenal Waliyullah

"Barang siapa yang memusuhi waliku maka aku umumkan perang dengannya. Tidaklah hambaku mendekati aku dengan sesuatu yang lebih aku sukai daripada amalan fardlu. Dan apabila hambaku senantiasa mendekati aku dengan amalan sunah sampai aku mencintainya maka apabila aku telah mencintainya aku akan menjadi telinganya yang dia mendengar dengannya; dan aku menjadi matanya yang dia melihat dengannya; dan aku menjadi tangannya yang dia memukul dengannya; dan aku menjadi kakinya yang ia melangkah dengannya; dan apabila ia meminta sesuatu maka aku akan berikan permintaanya itu. Dan apabila ia berlindung kepadaku maka aku akan melindunginya"

Sekilas Sejarah Ratu Bagus Buang (Pangeran Ahmad Burhan)

Dalam data Babad Kemalon Pakunegara dari Keraton Yogyakarta, diriwayatkan Kyai Tapa juga beserta Ratu Bagus Buang, yang oleh pengikutnya, sekitar 200 pasukan disebut sebagai Sultan Banten, sempat hijrah ke Jawa Tengah untuk berjuang bersama Sunan Kabanaran yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwono I Yogyakarta melawan VOC di jawa tengah hingga tahun 1755.

Moderasi Beragama, Jalan Besar Kemajuan Bangsa

Saat ini, menurut Gus Mus, banyak orang mengaku berdakwah, mengajak kepada Islam, tapi dia sendiri menjauh dari akhlak Islam. Bukannya memberi contoh moral yang mulia, malah mengajarkan untuk membenci sesama, lalu mengobarkan permusuhan kepada siapa saja di luar kelompoknya. Puncaknya menebar teror di mana-mana. Selain menyalahi cara Rasulullah, menurut Gus Mus, cara itu juga mengingkari perintah Gusti Allah. Ia mengajarkan agar mengasihi sesama dan menghormati tetangga. Harus pula membangun persatuan dan mengutamakan kerukunan antar umat beragama.

Menjelang Satu Abad NU Untuk Dunia

Santri-santri Syekh Nawawi berkumpul, bermusyawarah untuk membentuk jam'iyah yang kemudian menjadi jam'iyah Nahdlatul Ulama. Saat kumpul tersebut utusan dari Banten pun hadir, dan menjadi jajaran pengurus utama PBNU periode awal. Ini bisa dibaca dalam buku sejarah harokah pergerakan ulama Nusantra jejaring santri santri Syeikh Nawawi al-Bantani, yang diulas begitu apik kaya referensi otoritatif oleh tokoh muda NU Zainul Millale Bizawi.

Pesantren Itu Mahalu al-Ilmi Wa al-Adabi

Tidak disebut pesantren jika isinya bukan santri. Pesantren ya santri, mereka adalah penuntut ilmu agama Islam dari proses ibtida, tsanawi hingga aliyah. Santri ada dalam binaan bukan bahan permainan. Subyektivitas santri sebagai pengkaji kitab kuning benar-benar didalami secara metodologis dan berdasarkan sanad, gampangnya pengetatan disiplin ilmu agama dengan sistem sanad. Santri juga menjadi pusat kegiatan pesantren.

Preman Agama, Doktrin Dan Kekerasan

Sikap keras dan memaksa tegaknya formalitas agama (syariat) pada negara bukanlah tumbuh dari akarnya sebagai manusia yang menginginkan beragama secara hanif dan membahagiakan. Tapi justru ingin menarik pesan Tuhan bahwa beragama harus dengan iman, hingga sampai ihsan untuk kemudian kita bersikap muhsin, satu maqom yang perlu kita lalui. Tentu kita paham bahwa sikap seorang yang beriman sangat jauh dari kekerasan dan pemaksaan.

Arah Baru MUI Provinsi Banten

Kini setelah dua dasawarsa ada fenomena baru kepemimpinan MUI Banten masa khidmat 2021-2026, karena ketua umum terpilih KH. TB Hamdi Ma'ani merupakan Sang Kyai lengkap dengan lanskap tradisi santri yang mengitarinya. Beliau merupakan trah ulama kharismatik salah satu pendiri Mathlaul Anwar sekaligus juga yang memelopori kelahiran NU Banten dan pada akhirnya mampu menjadikan Banten sebagai tuan rumah muktamar NU yang dipusatkan di Menes kala itu, kini MALNU.

Riwayat Liem Kiam Ong, Dalang Ruwat Dari Cikande

Liem Kiam Ong adalah seorang keturunan Tionghoa yang punya keterampilan dan kemampuan mendalang, wayang golek yang dibuatnya dan tutur dalam cerita pewayangannya justru menarik simpatik masyarakat. Ia berdakwah dengan cara mendalang. Sebagai muslim tentu ia punya kewajiban untuk berdakwah, meski satu huruf.

Menziarahi Kanjeng Sunan Giri, Meresapi Keindahan Batin

Sunan Giri, adalah salah satu dari majlis Wali Songo yang berdakwah dan mengajarkan ilmu agama Islam ke penduduk Nusantara dengan basis penguatan pesantren

Mendakwahi Diri Dan Dakwah Tauladan

Apakah cara keras masih disebut dakwah, ketika targetnya harus mengakui dan mengikuti dengan terpaksa. Ini mungkin dakwah didasari nafsu, terkesan keliru dan salah arah.