Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Posted by: Admin 28-Mei-2026 Tidak ada komentar

TANGERANG — Malam Iduladha 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek berlangsung penuh kekhidmatan melalui kegiatan Gema Takbir yang digelar pada Selasa malam, 26 Mei 2026. Suasana religius begitu terasa sejak para santri, asatidz, hingga pengasuh pesantren berkumpul bersama menghidupkan malam mulia dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Setelah itu, gema takbir mulai dikumandangkan secara bersama-sama oleh para santri dan dewan asatidz di lingkungan pesantren. Kalimat-kalimat pengagungan kepada Allah SWT menggema syahdu, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menggugah hati.

Hadir dalam kegiatan tersebut ulama Banten KH Imaduddin Utsman al-Bantani bersama para pengurus dan keluarga besar pesantren. Kehadiran beliau menambah kekhusyukan malam Iduladha yang sarat makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT.

Takbir dikumandangkan hingga menjelang waktu Isya. Setelah itu, seluruh jamaah kembali melaksanakan salat Isya berjamaah sebagai penutup rangkaian kegiatan malam takbiran.

Pengurus pesantren menyampaikan bahwa kegiatan Gema Takbir bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari syiar Islam dan pendidikan ruhani bagi para santri agar senantiasa menghidupkan malam-malam agung dengan ibadah dan dzikir.

“Iduladha mengajarkan ketulusan Nabi Ibrahim AS dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Takbir yang dikumandangkan malam ini bukan hanya suara di lisan, tetapi juga panggilan agar hati kembali tunduk kepada-Nya,” ujar salah satu asatidz pesantren.

Di tengah suasana malam yang hening, gema “Allahu Akbar” yang terus berkumandang menghadirkan nuansa kontemplatif di lingkungan pesantren salafiyah tersebut. Para santri tampak larut dalam dzikir dan doa, memaknai Iduladha sebagai momentum membersihkan hati dari kesombongan, cinta dunia berlebihan, serta ego diri.

Tradisi menghidupkan malam Iduladha dengan takbiran berjamaah menjadi salah satu ciri kuat kultur pesantren Nahdliyin yang menjaga warisan ulama salaf: merawat syiar, memperkuat jamaah, dan menanamkan cinta kepada Allah serta Rasul-Nya melalui ibadah yang penuh adab dan kekhusyukan.
(KD)