Oleh: Ubaidillah Tamam Munji[1] Tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan koordinat kesadaran nalar menganalisis peran krusial kejujuran intelektual Habib dan Muhibbin di tengah semarak kodifikasi narasi sejarah. Perilaku negatif berkedok agama ini, seperti pengkultusan terhadap figur melalui kajian sejarah yang tidak terbukti atau terverifikasi. Hal ini sering menimbulkan manipulasi informasi yang mengglorifikasi status sosial atau silsilah...
Oleh: Tulisan ini dari hasil diskusi berempat melalui virtual, berisi menganalisis legitimasi historis dan genealogis Rabithah Alawiyah sebagai lembaga pencatat nasab klan Ba’alwi di Indonesia. Didirikan pada tahun 1928 di bawah naungan kebijakan kolonial Belanda, eksistensi lembaga ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai motivasi politis di balik pembentukannya. Permasalahan utama yang dikaji adalah fenomena kekosongan sejarah...
Oleh: Ubaidillah Tamam Munji[1] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekokohan metodologis tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani mengenai pembatalan nasab klan Ba’alwi dari perspektif epistemologi sejarah dan teori falsifikasi Karl Popper. Polemik ini muncul sebagai disrupsi besar terhadap otoritas keagamaan tradisional di Indonesia yang selama ini berbasis pada karisma biologis. Dengan menggunakan metode kritik sumber...
Dalam ilmu Mantiq, klaim bahwa Haplogroup G adalah sepupu garis laki-laki dari Haplogroup J1 dari kakek bersama Sayidina Ali (1400 tahun yang silam) merupakan sebuah kemustahilan. Secara spesifik, dalam terminologi Mantiq, hal ini disebut dengan Ijtima’ al-Naqidayn ( Pertemuan dua hal yang saling kontradiksi). Ini merupakan hukum kemustahilan paling dasar dalam logika. Haplogroup J1 tercipta...
Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan saya yang kemarin tentang 11 kemungkinan orang yang mengaku bagian keluarga Bani Hasyim tetapi DNA nya berhaplogroup bukan J1. Lalu ada yang bertanya dari sebelas kemungkinan itu, Klan Baalwi berada di klaster mana. Seiring telah meningkatnya kecerdasan dan system berfikir masyarakat yang kritis, diskusi tentang Klan Ba’alwi dari sisi batalnya...
Setelah ilmu pengetahuan mengungkap secara ilmiyah bahwa keluarga Bani Hasyim, termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW dari Sayidina Ali dan Siti Fatimah, berhaplogroup J1, maka kemudian timbul pertanyaan mengapa ada sebagian kecil yang masyhur sebagai Bani Hasyim tetapi haplogroupnya buka J1? Setidaknya ada sebelas kemungkinan mengapa terjadi yang demikian itu: Pertama: Sumpah Setia antar Suku (Tahaluf)...
في عام 1422 ه، أقيمت الدورة السادسة عشرة عقدها مجلس المجمع الفقهي الإسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية ومجالات الاستفادة منها. ومن بين النقاط التي خلصتها الدورة: “أن نتائج البصمة الوراثية تكاد تكون قطعية في إثبات نسبة الأولاد إلى الوالدين، أو نفيهم عنهما، وفي إسناد العينة (من الدم أو المني أو اللعاب) التي توجد في...
Hari ini popular (syuhrah dan istifadlah) di kalangan sebagian masyarakat, bahwa Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) mempunyai guru dari kalangan Habib Ba’alwi yaitu Ahmad bin Hasan Al-Athas, Husen Al-Habsyi dan Alawi bin Ahmad Assegaf. Bahkan para kibin (pendukung nasab Habib Baalwi) menggunakan narasi itu untuk menakut-nakuti umat Islam Indonesia bahwa jika mereka tidak mengakui nasab...
Tanggal 28 Nopember 2025 Saya membuat tulisan almiyah untuk Ustad Ajir Ubaidillah murid Taufiq Assegaf. Tulisan itu terkait kitab Al-Manhajussawi, karya seorang Ba’alwi yang Bernama Syekh Zen bin Sumet. Dalam tulisan itu saya kemukakan data dan fakta bahwa kutipan-kutipan tentang bahwa nasab lebih utama dari ilmu yang katanya dikutip dari ulama-ulama besar adalah kutipan palsu....
Gus Ajir Ubaidillah, seorang pribumi yang pernah mondok di pesantren Taufiq Assegaf, seorang Ba’alwi di Pasuruan, sering membuat konten di Youtube tentang pembelaannya terhadap nasab gurunya Taufiq Assegaf. Tetapi penulis belum pernah menanggapinya, karena isi pembelaannya tidak menyertakan dalil-dalil ilmiah yang pantas ditanggapi. tetapi hari ini ia membuat konten yang menurut penulis harus ditanggapi karena...