Sanad ilmu KH. Muhammad Syanwani (Wakil Rois Syuriah NU Karesidenan Banten) adalah dari Imam Syafi’i (w. 204 H) kepada Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallam memiliki 2 Jalur, Jalur Imam Malik dan Jalur Imam Abu Hanifah.
Diceritakan bahwa ada santri Mekkah yang baru pulang, namanya H. Abdul Aziz. Pemuda tampan putera dari Kiai Mardali Ragas. Kepulangannya ke tanah air karena deportasi besar-besaran oleh pemerintah kolonial Belanda tahun 1920 akibat gejolak politik di Hijaz
Ulama yang memiliki karya dalam Bahasa Arab merupakan ulama yang dinilai tsiqoh (terpercaya) dalam keilmuannya, karena Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, begitupula hadits-hadits Nabi dan kitab-kitab utama yurisprudensi dan teologi Islam ditulis dalam Bahasa Arab. Tentunya ulama yang mempunyai karya dalam Bahasa Arab kedalaman pemahamannya akan teks-teks dapat dipertanggungjawabkan dan dapat ditakar ketelitiannya dan kepakarannya dalam Bahasa Arab bahkan walau ia telah lama wafat.
Syekh Ahmad Syathibi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mama Gentur, beliau adalah ulama dari tanah Pasundan. Di kalangan masyarakat Jawa Barat kata Mama biasanya disematkan kepada Ajengan atau Kiai yang ilmunya tinggi, sehingga sebutannya menjadi Mama Ajengan atau Mama Kiai. Sementara Gentur adalah sebuah Desa yang berada di Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat.
Liem Kiam Ong adalah seorang keturunan Tionghoa yang punya keterampilan dan kemampuan mendalang, wayang golek yang dibuatnya dan tutur dalam cerita pewayangannya justru menarik simpatik masyarakat. Ia berdakwah dengan cara mendalang. Sebagai muslim tentu ia punya kewajiban untuk berdakwah, meski satu huruf.
Nama lengkap Beliau ialah; Abū Abdullah al-Muʹṭī Muhammad Nawawi ibn `Umar at-Tanarī al-Bantanī al-Jāwī. Lahir 1230 H. atau 1815 M. di desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten.