Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Latar Belakang Tulisan ini didorong adanya perendahan terselubung dari seorang netizen kepada saya dengan dalih itu sebuah kritikan atas tulisan saya yang menjadikan Baalawi sebagai bahan olok-olokan atau ejekan. Dilihat dari caranya mengkritik nampaknya dia tidak mengetahui cara menyampaikan kritik dan saran; nampaknya pula dia tidak mengetahui perbedaan antara mengkritik,...
Oleh: Ubaidillah Tamam Munji[1] Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba’alwi di Indonesia dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 telah memasuki fase kritis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama tiga tahun ini, narasi silsilah yang selama berabad-abad dianggap sebagai kebenaran teologis yang mapan, mendadak goyah di hadapan audit historiografi yang ketat. Inti dari persoalan ini adalah kegagalan...
Oleh: Ubaidillah Tamam Munji[1] Dr. H. Amir Tajrid, M. Ag.[2] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi metodologi dekonstruksi nasab Ba’alwi yang ditemukan oleh KH Imaduddin Utsman Al-Bantani. Dekonstruksi nasab Ba’alwi ini mengungkap adanya krisis literasi sejarah dan kemunduran logika Ushul Fiqh dari pendidikan tradisional, yang berujung pada fenomena kemunculan jahl murakkab. Dengan menggunakan pendekatan interdisipliner...
Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan Bahar bin Smith terhadap anggota Banser di Tangerang terus menyedot perhatian publik. Di tengah bergulirnya proses hukum, muncul diskusi mengenai peluang Restorative Justice (RJ). Namun, publik dan pemerhati hukum mengingatkan bahwa memaksakan RJ dalam kasus ini bukan tanpa risiko hukum bagi aparat yang menanganinya. Jika oknum di Polres maupun Kejaksaan...
Dinamika politik Indonesia tahun 2024-2025 diwarnai oleh fenomena sosioreligius yang unik: gugatan massal terhadap validitas nasab kelompok Baalwi. Gerakan yang dipicu oleh penelitian ilmiah-sejarah ini telah melahirkan gelombang kesadaran baru di akar rumput, khususnya warga Nahdliyin, yang mulai mendambakan kembalinya otoritas keagamaan kepada ulama Nusantara asli. Namun, di tengah arus besar “demistifikasi” ini, Partai Solidaritas...
Wajah Nahdlatul Ulama (NU) hari ini tengah mengalami guncangan diskursus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika selama puluhan tahun hubungan antara kiai-kiai NU dan kaum Ba’alwi (Habaib) dianggap sebagai relasi “Habib dan Sukibin” yang tak terpisahkan, kini arus balik dari akar rumput justru menyuarakan hal sebaliknya. Muncul aspirasi kuat agar kepengurusan PBNU di masa mendatang...
Setelah nasab Ba’alwi diputus oleh Majma Fuqaha Jawa bahwa mereka mustahil sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, Riziq Syihab pimpinan ormas terlarang, FPI, kini rajin mengiklankan bahwa Walisongo adalah termasuk klan Ba’alwi. Di berbagai kesempatan Riziq selalu menyisipkan pesan bahwa Walisongo adalah bagian dari klan Ba’alwi. Mungkin, menurut Riziq, usaha yang dilakukannya mudah-mudahan bisa mengurangi keterpurukan...
Dalam ilmu Mantiq, klaim bahwa Haplogroup G adalah sepupu garis laki-laki dari Haplogroup J1 dari kakek bersama Sayidina Ali (1400 tahun yang silam) merupakan sebuah kemustahilan. Secara spesifik, dalam terminologi Mantiq, hal ini disebut dengan Ijtima’ al-Naqidayn ( Pertemuan dua hal yang saling kontradiksi). Ini merupakan hukum kemustahilan paling dasar dalam logika. Haplogroup J1 tercipta...
Selama berabad-abad, peradaban Islam telah terperangkap dalam sebuah paradoks yang ironis. Ia terbalut kabut sejarah dan terjajah berhala darah. Di satu sisi, Islam datang untuk menghapuskan sistem kasta jahiliah, namun di sisi lain, muncul sebuah konstruksi sosial yang mendewakan garis keturunan di atas segala-galanya. Klaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW telah bermutasi dari sekadar penanda...
وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ“Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia adalah pencuri (agama).”Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn, Juz I, Kitâb al-‘Ilm Pendahuluan: Polemik Etik, Bukan Sekadar Administrasi Polemik keterlibatan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dalam isu pertambangan bukanlah persoalan teknis semata, melainkan persoalan etik keulamaan, amanah sejarah, dan orientasi...