Penyematan “Syarif/Sayyid” Pasti Menunjukkan Status “Keturunan Rasulullah SAW”? 

Seringkali dipahami ketika seseorang yang memiliki sematan sayyid atau syarif pada namanya, maka dapat dipastikan bahwa dia merupakan keturunan Rasulullah saw, atau keturunan sayyyidina Ali, baik dari jalur sayyidina Hasan, Husain, Muhammad bin al Hanafiyyah, atau putera-putera beliau yang lain. Tetapi sebelum lebih jauh lagi, mari kita telusuri lebih jauh agar diketahui bagaimana perkembangan lafal...

Ini Ba Alawi Asli Dari Yaman

Banu Alawi adalah keluarga terhormat (syarif) di Yaman. Sejarawan menyebut “Syarif” untuk keluarga Banu Alawi bukan karena ia keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi karena memang mereka adalah keturunan Kahlan bin Saba yang merupakan penguasa Hadramaut dari Dinasti Qahtan. Kahlan sendiri adalah saudara kandung dari Himyar bin Saba. Keluarga Banu Alawi dinisbahkan kepada Alawi bin Ayan...

Polemik Nasab Habib Ba Alawi Selesai: Terbukti Bukan Cucu Nabi Muhammad SAW

Dua belas pertanyaan pokok terputusnya nasab Ba Alawi satupun tidak ada yang mampu menjawab; Permintaan adanya ulama ahli nasab yang mensyaratkan adanya kitab sezaman sebagai sumber kesahihan nasab telah penulis berikan: kitab “Rasa’il Fi ‘Ilm al-Ansab” menyebutkan itu di halaman 183-184; Bukti-bukti kitab sezaman -baik kitab nasab maupun kitab sejarah- yang tidak menyebut nama-nama Ba...

Kitab Sezaman Adalah Mutlak Untuk Meneliti Kesahihan Nasab

Secara epistemologis, ilmu nasab adalah merupakan cabang ilmu sejarah. Historiografi yang sudah matang dari sebuah sejarah dan nasab yang hari ini kita kenal, terkadang sebenarnya adalah cipta kondisi dari proyek masa lalu dari mereka yang memiliki otoritas dan sumberdaya dari komunitas yang diuntungkan dengan historiografi tersebut. Fabrikasi kisah-kisah keagungan seorang tokoh masa lalu, baik dari...

Untuk Gus Rumail: Al-Jauhar Al Syafaf Dan Manuskrip Palsu

Nasab Ba Alawi, selain direkontruksi oleh kitab al-Burqoh al-Musyiqoh karya Habib Ali bin Abu Bakar al-Sakran, ia dilandaskan dengan tahun yang lebih tua dari al-Burqoh (895 H) kepada sebuah manuskrip kitab yang disebut kitab al-Jauhar al-Syafaf. Kitab itu, katanya, karya Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman al-Khatib yang, katanya, wafat tahun 855 H. Bahkan, kata...

Hari Pahlawan, Antara Pejuang Dan Pengkhianat (Ba Alawi Telanjang Dalam Sejarah Negeri)

“Penjajah mudah dikenali, tetapi pengkhianat bangsa sulit terdeteksi !”(Jenderal Sudirman) Hari Pahlawan 10 November 1945 adalah peristiwa dahsyat. Tidak saja bagi Indonesia, tapi juga bagi dunia, dan terutama bagi Inggris. Bagi Indonesia, Hari Pahlawan menegaskan pilihan. Bagaimana sebuah bangsa mempertaruhkan segalanya untuk terbebas dari penjajahan. Merdeka atau Mati ! Bagi dunia, kisah heroik 10 November...

Mbah Moen Mengitsbat Sunan Kudus Bukan Ba Alawi

Gus Rumail mengatakan bahwa motifnya dalam melakukan penelitian nasab Ba Alawi adalah membahagiakan KH. Maimun Zubair Ra (Mbah Moen). Menurut Gus Rumail, Mbah Moen sangat mencintai Ba Alawi dan meyakini kesadahannya (meyakini /mengitsbat Ba Alawi sebagai keturunan Rasul). “Sebenarnya motif penelitian saya sangat sederhana, yaitu membahagiakan Mbah Maimoen yang sangat mencintai Ba Alawi (dan meyakini...

Surat Untuk Rabithah Alawiyah Dan Gus Rumail

Penulis, pagi tadi, telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada ketua Rabitah Alawiyah (RA) di Jakarta dan Gus Rumail di Jepara. Surat itu, kepada Ketua RA, terkait dengan masih masifnya para keturunan Ba Alawi yang mengaku dihadapan publik sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw, padahal mereka tidak bisa menunjukan bukti, baik secara pustaka maupun hasil uji DNA,...

Himbauan Tentang Penyelamatan dan Perawatan Makam Para Pendahulu Peradaban Mataram Islam

Oleh: Dr. Yasser Arafat Bahwa sejak beberapa lama ini telah sering terjadi klaim dan pencangkokan identitas makam serta sejarah para leluhur peradaban Mataram Islam. Ada banyak makam dan sejarah tokoh tertentu dibuat dan disebarkan melalui media sosial dan forum-forum majelis keagamaan. Ada pula yang disebarkan melalui platform digital maupun langsung di lapangan. Sayangnya, sering kali...

Manuskrip Halu Dan Isnad Palsu

Gus Rumail mengatakan: “Sehabis salat saya membuka WhatsApp, dan banyak kiriman video Jawara Bekasi yang meringsek pengajian Kiai Imaduddin kemarin. Dan ini sangat disayangkan (betapa tidak setuju pun, memang tidak seharusnya melakukan intimidasi seperti ini)”. Seharusnya sehabis sholat Isya, diusahakan menyempatkan untuk sedikit berdzikir dan berdo’a, bukan langsung membuka WhatsApp. Yang merangsek ke pengajian itu...