Innalillahi, Gus Hasan Pengasuh Ponpes Soleh Solehah Banyumas Wafat di Akhir Ramadan 2026

Posted by: Kang Diens 21-Mar-2026 Tidak ada komentar

BANYUMAS – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Soleh Solehah, Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Seorang kiai muda yang dikenal sederhana dan ramah, Gus Hasan, wafat pada penghujung Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan akhir Ramadan 2026.

Kabar wafatnya Gus Hasan disampaikan oleh Ketua PWI LS Jawa Tengah, Gus Mar, yang mengenal almarhum sebagai sosok yang penuh ketulusan dalam perjuangan dan pengabdian.

“Gus Hasan adalah sosok yang sangat sederhana, sangat ramah kepada siapa pun. Kami semua mengenalnya sebagai pribadi yang hangat dan penuh kepedulian,” ungkap Gus Mar dalam keterangannya.

Menurutnya, almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih dua pekan sebelum akhirnya berpulang. Sebelumnya, Gus Hasan diketahui sempat mengeluhkan batuk dan sesak di tenggorokan sekitar satu bulan terakhir, namun tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya secara berlebihan.

“Beliau tidak pernah mengeluh. Bahkan dalam kondisi tidak enak badan sekalipun, beliau tetap seperti biasa melayani tamu dan jamaah,” tambahnya.

Sosok Hangat yang Dicintai Banyak Orang

Gus Hasan dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Soleh Solehah yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat. Hampir setiap malam, pesantren yang diasuhnya tidak pernah sepi dari tamu yang datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi, maupun sekadar bercengkrama.

“Beliau orang yang sangat baik, sangat perhatian bahkan pada hal-hal kecil. Siapa pun yang datang pasti betah berlama-lama duduk bersama beliau,” kenang Gus Mar.

Kepergian Gus Hasan yang begitu mendadak meninggalkan duka mendalam, terlebih karena terjadi di momen sakral menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami sungguh sangat kehilangan. Di malam Idul Fitri ini, justru kami harus mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya,” ujarnya dengan penuh haru.

Peran Besar dalam Perjuangan PWI LS Banyumas

Selain dikenal sebagai kiai muda, Gus Hasan juga merupakan sosok penting dalam perjalanan organisasi PWI LS di Banyumas. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua PWI LS Banyumas dan dikenal sebagai pejuang yang gigih dalam membangun organisasi dari nol.

“Beliau ikut turun langsung ke lapangan, menyusuri desa-desa, membentuk kepengurusan hingga hampir di seluruh kecamatan di Banyumas. Itu adalah jejak perjuangan yang tidak akan kami lupakan,” jelas Gus Mar.

Tak hanya itu, jamaah yang dibinanya yang berjumlah ratusan orang turut menjadi bagian dari penguatan organisasi, khususnya di wilayah Tambaksari, Kembaran, dan sekitarnya.

Doa dan Janji Melanjutkan Perjuangan

Atas kepergian Gus Hasan, keluarga besar PWI LS Banyumas menyatakan kehilangan mendalam atas sosok pejuang yang dikenal tangguh namun tetap lembut dalam sikap dan tutur kata.

“Kami telah memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Kami juga berjanji akan melanjutkan apa yang telah beliau rintis, sekuat kemampuan kami,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Mar menyampaikan doa untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Ya Allah, lapangkanlah kuburnya, terimalah semua amal dan perjuangannya, serta ampuni segala dosanya. Semoga beliau damai di sisi-Nya,” tutupnya.

Kepergian Gus Hasan menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan pesantren, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenal ketulusan dan dedikasinya dalam berdakwah dan berjuang di tengah umat. (KD)